Bima  

Memilukan Dugaan Selisih SK PIP SMAN 2 Woha di Aktivasi Dengan Data Kemendikdasmen – Rp1,7 Miliar Diduga Fiktif! BAPEKA Desak BPK RI Audit Terbuka!

banner 120x600

Bima ~ Bapeka Nusantara ~ Memilukan! Dugaan selisih SK PIP SMAN 2 Woha di aktivasi dengan data Kemendikdasmen RI terkuak! Menurut versi data yang diminta saat melakukan wawancara dengan pihak Wakasek Kesiswaan ke-dua dan dicek oleh operator sekolah, setelah selesai wawancara pihaknya memberikan data yang sudah di print out SK PIP SMAN 2 Woha mulai 2026, 2025 dan 2024. Foto bukti SK (terlampir dari Aryadin Wartawan 24 Sep 2026 12.31)

RINCIAN SK PIP YANG DIBERIKAN PIHAK SEKOLAH.

Tahun 2026 keseluruhan 390 orang, 81 menerima PIP 900.000 Total Rp72.900.000 kemudian 309 yang menerima PIP 1.800.000 dengan total Rp556.200.000 Total 2026 = Rp629.100.000

Tahun 2025 404 orang Siswa-siswi, 119 penerima PIP 900.000 Rp107.100.000, dari 285 X 1.800.000 Total Rp513.000.000 Total 2025 = Rp620.100.000

Tahun 2024 jumlah totalnya siswa-siswi 318 orang 81 kali 900.000 Rp72.900.000, 237 kali 1.800.000 Rp426.600.000 Total 2024 = Rp499.500.000

TOTAL 3 TAHUN = 1.112 SISWA = Rp1.748.700.000 (Rp1,7 MILIAR)!

UNGKAP Tasrif SH dan SUKIRMAN SH – TEMUAN PALING SADIS. “Mengingat data PIP yang cek melalui link Kemendikdasmen RI. Dalam laporan aktivasi penerima, selisih jauh dan patut diduga kuat laporan pihak SMAN 2 Woha fiktif. Hal ini, bahwa fakta dugaan korupsi itu ada unsur kesengajaan. Mengorbankan uang para siswa-siswi, setelah kami merangkul sejumlah data PIP menjadikan bukti kuat. Ini bukan kaleng-kaleng.”

Artinya: SK PIP yang diajukan sekolah 1.112 siswa, tapi yang aktivasi di link resmi Kemendikdasmen jauh lebih sedikit! Selisihnya kemana? Diduga ditarik oknum pakai buku tabungan yang dikuasai Kurikulum!

Modus Diduga Fiktif 1. Nama Siswa Ganda / Siswa sudah lulus tapi masih diajukan PIP.

2. NISN tidak sesuai Dapodik.

3. Siswa tidak pernah aktivasi tapi dana cair.

4. Buku tabungan PIP dikumpul di Wakasek Kurikulum, bukan di siswa!

“Semoga aparat penegak hukum APH maupun inspektorat, kepolisian dan kejaksaan serta lebih-lebih lagi pihak badan pengelola keuangan BPK RI perwakilan provinsi NTB, untuk melakukan audit secara terbuka meminta agar melibatkan Lembaga dan masyarakat supaya tak bermain mata dikolong meja.” – Sukirman SH

TUNTUTAN BAPEKA DIPERTAJAM. 1. Desak BPK RI Perwakilan NTB audit investigasi PIP SMAN 2 Woha 2024-2026 terbuka!.

2. Desak Kejati NTB ambil alih dan periksa operator, Wakasek Kurikulum dan Kepsek SMAN 2 Woha!

3. Panggil 1.112 siswa penerima SK untuk verifikasi: apakah benar terima Rp900rb / Rp1,8jt utuh? Atau dipotong?

4. Libatkan masyarakat dan lembaga jangan audit diam-diam!

Sumber Foto: Aryadin Wartawan – 24 Sep 2026 12.31 ( Red/Aryadin)BIMA ~ BAPEKA NUSANTARA ~ STOP RAMPOK HAK SISWA MISKIN!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *