Anggota Dewan Apresiasi Aksi Tambal Jalan SMAN 2 Wera dan Dorong Pemda Respon Cepat, Siswa Jadi Guru Bagi Pejabat

banner 120x600

Bima ~ Bapeka Nusantara ~ Menyoroti viralnya solidaritas siswa pelajar melakukan perbaikan jalan provinsi lintas Wera – Kota Bima, Bapeka Nusantara mencatat aksi inspiratif yang seharusnya jadi tamparan bagi pemangku kebijakan.

Sebagian komentar warganet atau para netizen berspekulasi di Dapil 4 Ambalawi-Wera sejumlah 5 orang anggota DPRD Kabupaten Bima harusnya malu dengan siswa.

Namun salah satu anggota dewan perwakilan rakyat daerah DPRD Kabupaten Bima, Ibnun Hajar SH Kader Partai Golongan Karya Ketua Fraksi Golkar / Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kab Bima, justru tampil beda.

Ia mengapresiasi langkah sederhana tapi bermakna bagi pihak-pihak pengguna jalan termasuk dirinya.

“Kami sebagai perwakilan rakyat masyarakat Wera-Ambalawi selalu mengusulkan di setiap rapat BANGGAR bersama dengan pihak pemerintah daerah mengusul ke pemerintah provinsi Pemprov NTB,” tegas Ibnu Hajar.

Siswa turun tangan memperbaiki jalan rusak, DPRD Kabupaten Bima ikut bersuara. Wakil Ketua Komisi IV DPRD, Ibnu Hajar, mengapresiasi inisiatif siswa SMAN 2 Wera sekaligus mendorong Pemkab Bima segera menindaklanjuti kondisi jalan lintas Tawali–Nunggi–Bala–Ntoke.

Aksi tersebut dilakukan siswa bersama guru dan staf tata usaha melalui gerakan Project Based Learning (PjBL). Kegiatan berawal dari keresahan siswa terhadap kondisi jalan yang setiap hari mereka lewati saat berangkat dan pulang sekolah.

Alih-alih hanya mengeluh, para siswa berinisiatif mencari material dan membangun komunikasi dengan donatur lokal, termasuk Kepala Desa Nunggi. Mereka kemudian turun bersama untuk mengerjakan perbaikan jalan.

Bagi siswa, jalan rusak tersebut berubah menjadi ruang belajar di luar kelas. Mereka belajar mencari solusi, bekerja sama, membangun tanggung jawab sekaligus memahami pentingnya kepedulian terhadap persoalan di lingkungan sekitar.

Ibnu Hajar menilai gerakan tersebut menunjukkan kepedulian sekaligus pendidikan karakter yang baik. Menurutnya, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga diajak melihat dan merespons persoalan nyata di lingkungan mereka.

Namun, di balik aksi tersebut, Ibnu meminta Pemkab Bima tidak berhenti pada apresiasi. Kondisi jalan lintas Tawali, Nunggi, Bala dan Ntoke dinilai membutuhkan perhatian serta penanganan pemerintah daerah.

“Saya dorong Pemkab Bima melalui dinas teknis segera melihat kondisi di lapangan dan memastikan penanganannya,” kata Ibnu, Senin (28/9/2026).

Ia menegaskan, kepedulian siswa perlu diapresiasi, sementara kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan yang aman dan layak juga harus diperjuangkan bersama.

Catatan Bapeka Nusantara. 1. Aksi SMAN 2 Wera adalah Project Based Learning terbaik 2026 belajar bukan di kelas, tapi di jalan rusak!.

2. DPRD Dapil 4 Ambalawi-Wera yang berjumlah 5 orang harusnya malu dan ikut turun, bukan hanya 1 orang Ibnu Hajar yang bersuara.

3. Jalan Provinsi lintas Wera – Kota Bima jalur Tawali-Nunggi-Bala-Ntoke adalah akses ekonomi dan pendidikan vital rusak bertahun-tahun.

4. Bapeka Nusantara mendukung penuh Ibnu Hajar SH dan mendesak Pemprov NTB dan Pemkab Bima via Dinas PUPR segera alokasikan anggaran perbaikan permanen, bukan tambal sulam siswa lagi.

5. Aksi siswa ini bukti nyata bahwa karakter peduli bisa lahir dari jalan rusak.

Bapeka Nusantara menyatakan sikap mendukung Ibnu Hajar SH sebagai contoh wakil rakyat yang peka.

Siswa beraksi, Dewan bersuara, Pemda harus eksekusi!.(Red/Bapeka Nusantara Investigative)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *