Wajah Baru Generasi Emas 2045, Wakil Ketua BEM UI Kritik Kebijakan Pakai Data Bukan Gaduh

banner 120x600

Jakarta ~ Bapeka Nusantara ~ Indonesia butuh lebih dari sekadar teriakan untuk mencapai visi Generasi Emas 2045. Ia butuh suara muda yang cerdas, terukur, dan berani berbasis data. Salah satu wajahnya kini muncul dari Kampus UI.

Namanya Fathimah Azzahra. Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/FKUI angkatan 2023, semester 6. Saat ini ia mengemban amanah sebagai Wakil Ketua BEM UI periode 2026, mendampingi Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan.

Berbeda dari stigma “aktivis emosional”, Fathimah membangun narasi pergerakannya di atas 3 pilar, data, logika, dan solusi. Latar belakang kedokterannya melatihnya melihat persoalan bangsa seperti mendiagnosis penyakit. Harus tembus sampai ke akar, bukan cuma obat gejala.

“Kritik itu alat bedah untuk memperbaiki negara, maka pisau bedahnya harus data. Kalau tumpul, yang sakit malah rakyatnya,” ungkap Fathimah dalam diskusi internal BEM UI.

Bukti nyata di ruang publik, nama Fathimah mengemuka setelah tampil di forum debat publik yang disiarkan beberapa stasiun TV. Gayanya santun, tapi setiap kalimatnya punya rujukan. Video potongannya viral di TikTok, Instagram, dan Facebook karena dianggap mewakili keresahan publik dengan cara cerdas.

Narasi Fathimah yang Jadi Rujukan Publik. Akses Dulu, Baru Gizi, “Anak di pelosok harus bertaruh nyawa lewat sungai pakai jembatan rusak demi ke sekolah. Berarti prioritas kita adalah jembatan aman dulu, baru program gizi. Itu urutannya.” Kritik ini membuka diskusi ulang soal urutan pembangunan SDM.

Bedah Akar Masalah, “Negara ini seperti pasien. Kalau obatnya cuma untuk meredakan demam, tapi infeksinya dibiarkan, ya akan kambuh terus.” Analogi ini dipakai publik untuk menilai banyak program yang simbolis.

Transparansi Itu Obat Demokrasi Pertanyaannya, “Program besar negara ini, siapa yang paling diuntungkan?” menjadi dorongan agar APBN dan program strategis dibuka untuk pengawasan publik seluas-luasnya.

Makna bagi Generasi Emas 2045. Bapeka Nusantara menilai Fathimah adalah prototipe pemimpin muda yang dibutuhkan Indonesia 2045. “Generasi Emas bukan yang paling keras suaranya, tapi yang paling kuat datanya. Fathimah menunjukkan kritik bisa elegan, ilmiah, dan tetap menggugah,” kata perwakilan Bapeka Nusantara.

Di usia 20-an, ia membuktikan satu hal, untuk mengguncang kebijakan, kamu tidak perlu marah-marah. Cukup bawa data yang benar, logika yang tajam, dan nyali untuk bicara kebenaran.

Kalau 2045 kita mau Indonesia maju, maka hari ini 2026 kita harus lahirkan dan lindungi lebih banyak Fathimah-Fathimah lain, maka kebijakan publik yang fokus mengawal transparansi, partisipasi warga, dan lahirnya kepemimpinan muda berkualitas. Tutup Bapeka(Red/Aryadin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *