Bima ~ Bapeka Nusantara ~ Fenomena kritik di media sosial yang viral kembali disorot publik. Kali ini perdebatan muncul di Facebook terkait rotasi-mutasi Kepala Sekolah di Kabupaten Bima yang berujung penyegelan sekolah dan terhambatnya Kegiatan Belajar Mengajar / KBM.
Salah satu akun Facebook “Yahya” mengunggah poster dengan tulisan besar KABID MUTASI MAFIA JABATAN dan narasi JABATAN BUKAN WARISAN, TAPI DIJUAL BELIKAN.
Dalam unggahannya 28 Juli 2026, Yahya menyoroti Kabid Mutasi BKD Kabupaten Bima, ” TOMI” yang disebut “berlindung di atas narasi hanya menjalankan perintah Bupati”.
“Hak konstitusional untuk memperoleh pendidikan tidak boleh direduksi oleh konflik kepentingan apapun, apalagi sampai terjadi penyegelan sekolah,” tulis Yahya.
Ia juga menyebut #BIANGKEROK_KONFLIK_DIRUANG_SUCI_PENDIDIKAN dan mempertanyakan fungsi Kabid Mutasi jika hanya jadi “kurir jabatan yang mengantar titipan”.
Unggahan tersebut langsung viral. Hingga berita ini diturunkan mendapat 169 Like, 32 Komentar, 25 Bagikan.
Namun muncul kontra dari akun “Istam Malingi” yang membela. “Melaksanakan perintah Pak Bupati merupakan sebuah hal yang Wajib untuk dilaksanakan oleh para semua bawahannya. #Good_untuk_Pak_Kabid_Mutasi, #Pak_Kabid_Mutasi_The_Best” tulisnya.
3 DAMPAK FENOMENA KRITIK VIRAL:
1. Kontrol Sosial: Warga punya panggung menuntut transparansi kebijakan publik.
2. Tekanan Massa: Pihak terkait dipaksa cepat klarifikasi atau ambil tindakan.
3. Polarisasi: Komentar netizen terbelah, rawan adu domba dan saling serang.
“Hanya Jalankan Perintah Bupati”
Apa iya ASN cukup jadi kurir?
Kompetensi dan Data dikemanakan?Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari BKD Kab. Bima maupun Kabid Mutasi terkait tudingan tersebut.(Red/Aryadin)






