Bima ~ Bapeka Nusantara ~ Media sosial Bima kembali diramaikan perdebatan publik. Dua unggahan dari akun Syarif Era dan Redaksi Pelopor saling berseberangan dan menjadi sorotan warganet.
Dalam postingannya 1 jam lalu, Syarif Era melontarkan kritik keras kepada Bupati Bima Ady Mahyudi. Ia menyebut adanya praktik premanisme dan pembungkaman aktivis.
“Rakyat dan aktivis di bungkam menggunakan premanisme dilarang bicara atau menyebut nama Ady Mahyudi,” tulisnya. Ia juga mengaku menjadi korban ancaman dari orang yang mengaku sebagai ponakan Bupati. “mengacam ingin membakar rumah kami, dan mbnh keluarga kami,” lanjutnya.
Syarif Era bahkan mendesak DPRD Kabupaten Bima untuk melakukan pemakzulan terhadap Bupati dan menyinggung nama anggota dewan Diah Citra Pravitasari, selaku ketua.
Tidak berselang lama, akun Redaksi Pelopor merespons. Postingan itu membantah istilah “tangan besi” yang disematkan kepada kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi.
“Saya membantah tuduhan itu, Adinda Syarif Era perlu menyajikan bukti, bahwa pemerintahan dibawah kepemimpinan Abah Ady tetap transparan dan Humanis,” tulis akun tersebut.
Redaksi Pelopor juga menyoroti program Selasa Menyapa sebagai bukti Bupati langsung turun ke lapangan. “Sampai ente menggunakan tangan org lain utk mengerang Bupati, Maksudnya Apa adinda, hentikan provokasi itu justru merugikan adinda sendiri,” demikian lanjutan narasi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Bapeka Nusantara belum mendapat konfirmasi resmi dari Bupati Bima Ady Mahyudi, DPRD Kabupaten Bima, maupun pihak Syarif Era terkait bukti-bukti yang disebut.
CATATAN REDAKSI BAPEKA:
1. Demokrasi Butuh Data: Kritik adalah hak. Tuduhan pidana seperti ancaman dan intimidasi harus disertai bukti dan dilaporkan ke aparat.
2. Hak Jawab: Kami membuka ruang bagi Bupati Bima, DPRD, dan Syarif Era untuk memberikan klarifikasi dan data.
3. Etika Politik: Hindari ujaran kebencian dan provokasi. Selesaikan perbedaan di ruang dialog dan jalur hukum.
4. Peran DPRD: Desakan pemakzulan adalah ranah politik. DPRD harus merespons sesuai mekanisme yang ada.
Bapeka mengajak masyarakat Bima menahan diri dan mengawal isu ini dengan kepala dingin.(Red/Aryadin)






