Opini  

Opini Dua Versi Tajam Ketika Nalar Diuji Patronase, Pemuda di Bima Diminta Diam Atau Dibeli?

banner 120x600

Bima ~ Bapeka Nusantara ~ Opini publik versi Status bang Muliadin Lambu, kemarin kembali mengingatkan kita “Pikiran sempit akan melahirkan tindakan praktis, mereka sedang mengatur strategi untuk menina bobokan nalar kritis generasi.”

Kalimat ini tidak bisa kita baca setengah-setengah. Karena “tindakan praktis” hari ini punya nama lain Sistem Patronase Birokrasi dalam penguasaan mengedepankan kepentingan keluarga dari pada jeritan masyarakat nya sendiri. Ungkap salah satu pemuda Ambalawi

Tambah Bang Muliadin. Dulu kampus Bima ramai diskusi, bedah buku, aksi ilmiah. Pemuda dididik untuk bertanya: “Kebijakan ini untuk siapa?” Sekarang pertanyaannya berubah: “Ada proyek apa?” “Ada amplop apa?”

Hedonisme bukan lahir sendiri. Ia dipelihara. Ketika ruang kritik dipersempit, ketika jabatan, bantuan, dan akses didistribusikan lewat jalur “loyalitas” bukan kompetensi”. Hasilnya? Generasi diarahkan jadi konsumen, bukan pengawas.

Nalar pemuda melakukan kritik tidak selalu dapat dibandingkan dengan uang. Tapi hari ini, nalar itu sedang ditawar. Dengan janji, dengan proyek, dengan “nanti kamu juga kebagian”.

Ini bukan soal satu orang. Ini soal sistem yang membuat pemuda berpikir, “Ngapain kritis? Nanti susah urus KTP. Ngapain vokal? Nanti tidak lolos CPNS.”???

Pertanyaan, Muliadin, masih menggantung. Mungkinkah ini massa transisi kebodohan, ataukah kita sedang dijauhkan dari ilmu?

Salam Akal Sehat bukan basa-basi.
Itu perlawanan. Perlawanan agar birokrasi kembali melayani rakyat, bukan memelihara pendukung.
Agar pemuda Bima kembali jadi motor perubahan, bukan objek politik praktis.

Karena daerah yang maju tidak lahir dari generasi yang “praktis”, tapi dari generasi yang berani bilang “salah” ketika memang salah.

Kita lihat ke depannya. Dan kita kawal. BAPEKA NUSANTARA Media yang berpihak pada akal sehat dan transparansi(Red/Aryadin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *