Kejanggalan Data KTP & Kesehatan Bakal Calon, Ahmad Halim Ancam Gelar Aksi Besar-Besaran di Desa Kabul

banner 120x600

LOMBOK TENGAH, 30 September 2026 — Seorang bakal calon Kepala Desa Kabul, Kecamatan [nama kecamatan], Ahmad Halim, mengungkap sejumlah kejanggalan mendasar dalam proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabul yang dinilai mencurigakan dan berpotensi merusak demokrasi di tingkat akar rumput. Ia tak menutup kemungkinan akan menggelar aksi besar-besaran pada Kamis mendatang jika hal ini tidak segera ditindaklanjuti.

Dalam keterangannya kepada awak media, Ahmad Halim memaparkan fakta yang sangat mengganjal: jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Desa Kabul tercatat 4.829 jiwa. Namun setelah KTP dikumpulkan dari enam bakal calon, totalnya mencapai 6.307 lembar — angka yang jauh melebihi jumlah penduduk yang seharusnya memiliki hak pilih.

“Kami yakin yang benar-benar ber-KTP di Desa Kabul hanya sekitar 4.829. Sebagian, sekitar 400 orang, sudah merantau ke berbagai daerah maupun luar negeri. Lalu sisa ribuan KTP itu datangnya dari mana? Ini sudah jelas berlebih,” tegas Halim.

Salah satu bakal calon bahkan dilaporkan mengumpulkan sebanyak 1.300 lembar KTP, yang setelah diverifikasi banyak di antaranya tidak sah atau sudah tidak berlaku.

Halim juga menyoroti praktik pengumpulan KTP yang dinilai melanggar hak warga.

“Banyak pendukung saya yang keberatan — KTP mereka diambil tanpa sepengetahuan pemiliknya. Sudah ada warga yang menuntut terkait hal ini,” ungkapnya.

Hasil verifikasi juga menemukan KTP ganda. Dari sejumlah berkas yang diteliti, hanya sekitar 100 yang tercatat sah dan sesuai. Hal ini menimbulkan dugaan kuat adanya rekayasa data demi memenangkan pihak tertentu.

“Kalau memang KTP itu asli dan milik pemiliknya, tak perlu ada pemilihan lagi — sudah pasti menang. Yang janggalnya justru begini: data saya memang sedikit, tapi nyata dan asli. Sedangkan yang lain angkanya membengkak, tapi tidak jelas asal-usulnya,” paparnya.

Tidak hanya soal data pemilih, Halim juga mempertanyakan keabsahan surat keterangan kesehatan jasmani salah satu bakal calon yang diketahui menderita sakit stroke.

“Ini sangat aneh. Orang sakit stroke justru dinyatakan sehat oleh rumah sakit. Kami akan menuntut pihak rumah sakit tersebut dan meminta panitia memeriksa ulang kondisi kesehatannya,” tandasnya.

Menyusun rangkaian kejanggalan ini, Ahmad Halim menyatakan akan mengirimkan surat pemberitahuan aksi massal kepada Kantor Desa Kabul, Kantor Camat, serta DPMD Kabupaten Lombok Tengah.

“Insyaallah, pada hari Kamis kami akan turun ke jalan. Masyarakat sudah tidak diam dipermainkan begini. Kami tidak menutup kemungkinan juga akan melaporkan hal ini ke pihak berwenang di waktu yang tepat,” pungkas Halim.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Panitia Pilkades Kabul maupun Camat belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan-tuduhan tersebut.

Ali bin ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *