- Dompu,NTB.Bapeka Nusantara.my.id.Apakah kalian datang dengan otak penuh solusi, atau hanya dengan suara keras namun kosong makna? Apakah kalian hadir dengan keberanian membongkar kebiasaan buruk birokrasi, atau justru datang untuk menyesuaikan diri dengan budaya nyaman yang membuat daerah berjalan di tempat?
Dompu hari ini tidak membutuhkan pejabat yang sekadar pandai bicara di ruang ber-AC. Dompu membutuhkan komandan lapangan yang berani berpikir keras di tengah badai efisiensi anggaran.
Era sekarang bukan era berpesta anggaran. Ini era penghematan. Era ketika seorang pejabat diuji bukan dari seberapa mahal mobil dinasnya, melainkan seberapa cerdas ia mengelola keterbatasan untuk menghasilkan perubahan nyata.
Jika anggaran dipotong, apa strategi kalian? Jika PAD seret, apa terobosan kalian? Jika rakyat menjerit soal ekonomi, apa solusi konkret kalian?
PPK Paruh Waktu: Ketika Pengabdian Guru Terhenti di Tembok Anggaran dan Regulasi
Jangan datang dengan janji kosong. Jangan menjual retorika murahan. Jangan hanya pandai menyusun kata “inovasi” dalam makalah, tetapi lumpuh ketika menghadapi realitas lapangan. Seorang pejabat bukan sekadar pajangan pemerintah daerah; ia adalah otak pembangunan.
Seorang pembantu Bupati maupun Wakil Bupati harus memiliki keberanian berpikir lebih jauh daripada sekadar menjalankan rutinitas administrasi. Mereka harus mampu menjadi pemberi arah, pemberi solusi, dan pemberi tekanan positif bagi kemajuan daerah.
Dompu bukan daerah miskin sumber daya. Dompu itu kaya. Laut, pertanian, peternakan, tambang, hingga pariwisata tersedia. Energi sosial masyarakatnya pun besar. Namun, berkali-kali daerah ini justru terlihat miskin dalam tata kelola dan keberanian berpikir. Yang hilang bukan potensi, melainkan kecerdasan dalam mengelola potensi itu sendiri.
Oleh karena itu, lelang jabatan kali ini jangan hanya melahirkan pejabat administratif. Lahirlah pemimpin-pemimpin yang punya nyali; yang mampu menolak pemborosan, berani memotong budaya ABS (Asal Bapak Senang), dan berani berkata benar di depan kekuasaan. Pemimpin yang tidak hanya sibuk menyenangkan atasan, tetapi juga memikirkan masa depan rakyat.
Sejarah daerah tidak pernah mencatat siapa ASN yang paling rapi berpakaian. Sejarah hanya mencatat siapa yang benar-benar bekerja untuk rakyat. Dan Dompu hari ini sedang tidak butuh pejabat yang sekadar duduk.
Dompu sedang menunggu orang-orang yang bisa berpikir.
Tim Investigasi NTB












