Bima ~ Bapeka Nusantara ~ Lagi-lagi skandal aroma dugaan pungutan liar hak tunjangan para guru sertifikasi, di lingkungan sekolah oleh oknum pelaksana tugas (PLT) sebagai kepala bidang (KABID) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan olahraga dan kebudayaan kabupaten bima, kini menjadi sorotan publik dan salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Dewan pimpinan wilayah (DPW) LSM Kipang NTB Budima S.H menyoroti isu yang terus-menerus mengenai Plt kabid PTK dikpora kabupaten bima berinisial AG diduga kuat adanya permainan busuk sehingga jadi sasaran empuk oleh APH hari ini, lalu muncul pertanyaan publik. Apakah semacam ini, seorang di angkat layak menjadi pelayan publik??.
Isuh yang berkembang kemudian dihimpun mulai dari wilayah kecamatan tambora, bolo, dan soromandi, adapun beberapa sumber yang di percaya bahwa saudara PLT Kabid PTK Ag makin menguat dugaan keterlibatan langsung dalam pungli tersebut. Ungkap Budiman SH
DPW Lsm kipang NTB menyampaikan, bahwa kami mendorong sekaligus mendesak pihak penyidik kejaksaan tinggi dan Polda NTB. Agar ambil tindakan tegas, karena konspirasi terselubung menjalankan aksinya, diduga kuat turut di instruksikan kepala Dinas melalui oknum Plt kabid PTK terkait keterlibatannya dalam skandal pungli berjamaah.
Adapaun sumber yang telah memberikan informasi pada ling DPW-Lsm-kipang (NTB), namanya tidak ingin disebutkan dalam media. Mengatakan bahwa Kabid (PTK) inisial “Ag”, secara langsung dengan pola konsep perbaikan data dan menngacam beberapa orang yang mendapat tunjangan profesi guru sertifikasi tersebut. Mereka di ancam tidak akan mencairkan, jikalau belum bayar fee. Itu di minta oleh para pejabat yang bermain mata dengan oknum di percaya sejumlah korwil Dikpora. Bongkarnya di media Bapeka Nusantara pada rabu 10/Juni/2026
Budiman juga tak luput mendesak bupati bima, SEKDA, DPRD dan pihak BKD, agar oknum ini copot dari jabatannya. Jangan sampai hal ini mengotori dunia pendidikan yang sekarang, di pimpin oleh Ady-Irfan bermoto salam perubahan. Segera ambil langkah serius untuk menyelamatkan dunia pendidikan kita, yang kini hancur karena ulah sekelompok orang meraup keuntungan dari ratusan guru terpencil tersebut.
Sangat luar biasa pola konsepnya, dia bermain dengan semua oknum koordinator wilayah (KORWIL) sehingga tidak di ketahui oleh publik dan dunia pendidikan tercoreng karena ulah oknum kabid dan rekanya. Pungkasnya(Red/Aryadin)
Hingga berita ini dipublikasikan pihak, Kepala Dikpora Kabupaten Bima belum memberikan keterangan secara resmi. Namun bungkam, walaupun beberapa hari lalu dilakukan Konfirmasi dan klarifikasi melalui via WhatsApp dan telepon serta menggunakan media sosial Facebook pada tanggal 31 mei 2026. Entah apa enggan berkomentar, demi menunjukkan sikap profesional tugas jurnalistik selalu mengupayakan untuk meminta tanggapan agar pemberitaan ada keseimbangannya.










