MATARAM –Bapekanusantara.my.id. Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Suara Mahasiswa Untuk Demokrasi Rakyat (SAMUDRA) NTB menyatakan sikap penolakan tegas terhadap rencana pelaksanaan kegiatan olahraga Pocari Sweat Run Lombok. Organisasi ini menilai acara tersebut hanya menguntungkan kepentingan korporasi dan tidak berpihak pada kesejahteraan masyarakat luas.
Dalam rilis pers dan seruan aksi yang diterima, Senin (06/06/2026), SAMUDRA NTB menegaskan bahwa Lombok tidak boleh dijadikan sekadar ajang komersialisasi dan promosi produk semata. Mereka menilai pemerintah daerah seharusnya lebih memprioritaskan penyelesaian masalah mendasar yang dihadapi rakyat, seperti isu kesejahteraan, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, daripada memfasilitasi kepentingan bisnis besar.
“Kami menolak segala bentuk upaya yang menjadikan Lombok hanya sebagai panggung promosi dan komersialisasi perusahaan-perusahaan besar tanpa mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang hidup dan menetap di daerah ini,” bunyi pernyataan sikap tersebut.
Lebih jauh, kelompok ini mempertanyakan manfaat konkret yang akan diterima oleh masyarakat lokal. Mereka menilai adanya ketimpangan di mana rakyat hanya menjadi penonton, sementara keuntungan ekonomi justru dinikmati oleh pihak-pihak tertentu. Oleh karena itu, mereka menuntut transparansi dari pemerintah mengenai dampak dan keuntungan yang akan didapatkan daerah.
“Demokrasi yang sehat menuntut pemerintah untuk mendengar dan mempertimbangkan aspirasi rakyat, bukan hanya mendengar suara pemodal dan kepentingan bisnis,” tambah mereka.
Mendesak Pembatalan Acara
Berdasarkan sikap tersebut, SAMUDRA NTB mendesak Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk segera membatalkan seluruh rangkaian acara Pocari Sweat Run Lombok. Pembatalan ini dianggap perlu demi menjaga kondusivitas daerah serta menghormati keberatan yang disuarakan oleh masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen perjuangan, SAMUDRA NTB akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran. Aksi ini direncanakan akan berlangsung secara konstitusional untuk menyampaikan aspirasi penolakan tersebut.
Rincian Aksi:
– Hari/Tanggal: Selasa, 09 Juni 2026
– Waktu: Pukul 10.00 WITA hingga selesai
– Titik Kumpul: Islamic Center NTB
– Titik Aksi: Kantor Gubernur NTB
Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, pemuda, aktivis, hingga masyarakat sipil untuk turut serta mengawal aspirasi ini. Peringatan keras juga disampaikan bahwa jika suara rakyat terus diabaikan, maka gelombang perlawanan publik dipastikan akan semakin besar.
“Jika suara rakyat terus diabaikan, maka jangan salahkan ketika gelombang perlawanan dan protes publik semakin besar,” tandas pernyataan tersebut.
Tim Investigasi NTB












