LOMBOK.TENGAH.Bapeka.nusantera.my.id.Kasus pencurian kendaraan bermotor yang kerap terjadi di area Puskesmas Darek memicu kemarahan warga. Aliansi Peduli Keadilan bersama masyarakat mendesak agar Kepala Puskesmas dicopot dari jabatannya, terutama setelah terungkap fakta bahwa sistem pengawasan CCTV dalam kondisi mati saat kejadian.
Puluhan orang dari aliansi tersebut mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (13/05/2026). Mereka menuntut pertanggungjawaban atas kelalaian keamanan yang membuat masyarakat resah.
Ketua Aliansi Peduli Keadilan, Halim, menyoroti adanya kejanggalan. Menurutnya, setiap kali terjadi kehilangan motor, alat pengawasan tersebut selalu tidak berfungsi. Hal ini memunculkan dugaan kuat adanya keterlibatan oknum internal.
“Setiap ada kejadian motor hilang, CCTV selalu mati. Kami menduga ada oknum dari dalam yang bermain. Padahal bangunan dan area parkir sudah bagus, kenapa keamanannya tidak?” ujar Halim.
Lebih jauh, Halim menekankan bahwa anggaran keamanan seharusnya tersedia. Ia menuntut jika pimpinan tidak mampu menata keamanan, maka harus siap mundur.
“Sudah jelas anggaran keamanan ada di sana. Kalau tidak bisa beres-bereskan, Kapus harus bertanggung jawab dan segera dicopot demi kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Menanggapi tuntutan tersebut, pihak manajemen Puskesmas Darek akhirnya buka suara. Kepala Puskesmas Darek mengakui bahwa pihaknya telah menerima laporan kehilangan dari para perawat dan telah mengarahkan korban untuk melapor ke polisi.
“Kami sudah dapat laporan dari perawat dan kami arahkan memberitahukan pihak kepolisian. Kami juga sudah minta polisi mengecek CCTV, dan memang betul saat itu dalam keadaan mati,” ungkapnya.
Ia membenarkan bahwa informasi kerusakan tersebut juga diterimanya melalui pesan WhatsApp dari pihak kepolisian yang menyatakan alat rekam tersebut tidak berfungsi.
Terpisah, perwakilan Dinas Kesehatan menyebutkan bahwa pihak teknisi sudah pernah dihubungi terkait kerusakan tersebut. Sebagai langkah perbaikan, pihak Puskesmas berkomitmen segera melakukan pembenahan.
“Ini menjadi motivasi kami bersama Babin Kamtibmas untuk memasang lagi CCTV dan akan menambah pemasangan di beberapa titik area lain agar keamanan lebih terjamin,” pungkas Kepala Puskesmas Darek.
Hingga saat ini, kedua belah pihak sepakat untuk memperbaiki sistem keamanan, namun tuntutan agar Kepala Puskesmas mundur tetap menjadi sorotan utama yang menunggu tindak lanjut dari Dinas Kesehatan.
Tim Investigasi NTB












