Damar Damhuji mengucapkan belasungkawa Innalillahi Wainnailaihiraajiuun. Dan selamat jalan sahabatku atas kepergianmu terasa begitu cepat, seolah waktu belum sempat memberi ruang bagi kami untuk benar-benar memahami arti kehilangan ini.
Di usia yang masih muda, saat engkau berada di puncak pergaulan, dikelilingi sahabat, relasi, serta mencapai kematangan sebagai seorang intelektual dan pebisnis, Tuhan justru memanggilmu lebih dahulu.
Ribuan orang bahkan lebih yang ikut berbelasungkawa, bukan sekadar ucapan tetapi benar-benar hadir merasakan kehilangan. Kehilangan sosok yang bukan hanya dikenal, tetapi juga dirasakan kehadirannya dalam pikiran, dalam diskusi, dalam perjuangan.
SAHDAN, Engkau bukan sekadar teman. Engkau adalah ruang bertukar gagasan, rekan dalam merajut harapan, dan bagian dari perjalanan panjang yang belum sempat kita tuntaskan bersama. Masih banyak visi yang kita bicarakan, masih banyak cita-cita yang kita susun perlahan, seakan semuanya kini menggantung di langit kenangan.
Namun dari semua itu, yang paling kuat tertinggal adalah jejak kebaikanmu, cerita-cerita inspiratif, langkah-langkah yang selalu mengarah pada hal yang lebih bermakna, dan semangat yang tak pernah padam dalam memperjuangkan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri.
Kepergianmu menjadi ibrah bagi kami yang masih diberi waktu. Sebuah pengingat yang begitu nyata bahwa kematian itu dekat, tanpa mengenal usia, tanpa menunggu kesiapan. Bahwa hidup ini singkat, dan tak ada satu pun yang layak untuk disombongkan. Semua yang kita miliki, relasi, pencapaian, bahkan rencana besar, pada akhirnya hanyalah titipan yang bisa diambil kapan saja oleh Sang Pemilik.
Hari ini kami tidak hanya berduka, tetapi juga belajar. Belajar untuk lebih menghargai waktu, lebih tulus dalam berbuat, dan lebih rendah hati dalam menjalani hidup. Doa kami menyertaimu, SAHDAN.
Semoga segala kebaikan yang pernah engkau tanam menjadi cahaya yang menerangi perjalananmu di sisi-Nya. Dan semoga kami yang ditinggalkan mampu melanjutkan semangat yang pernah engkau kobarkan—meski tanpa kehadiranmu, tetapi dengan nilai-nilai yang engkau wariskan dalam setiap langkah perjuangan.
Dalam pantauan wartawan di RSUP turut hadir ngelayat DPRD Provinsi NTB Fraksi Demokrat dan mantan DPRD Kabupaten Bima.(Red/Aryadin)








