Warga Dusun Jangkar Keluhkan Jalan Rusak 25 Tahun Tak Tersentuh Pemda Lombok Utara

banner 120x600

Lombok Utara, tangkap 24jam my.id-Puluhan warga Dusun Jangkar, Desa Samaguna, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara mengeluhkan kondisi akses jalan menuju kampung mereka. Jalan tersebut diklaim sudah hampir 25 tahun tidak pernah mendapat perhatian dari Pemerintah Daerah Lombok Utara.

 

Keluhan itu disampaikan warga langsung di hadapan awak media, Selasa (12/08/2026) pagi.

“Selama ini kami hanya mendapatkan janji-janji pada saat ada maunya saja,” ujar salah satu perwakilan warga.

 

Warga menilai jalan Dusun Jangkar wajib mendapat perhatian serius dari Pemda Lombok Utara. Sebab di dusun tersebut terdapat 2 wihara, 1 musala, dan 1 SD.

 

“Kenapa sampai saat ini pemerintah daerah masih diam saja tanpa ada simpatinya untuk memperhatikan nasib kami di dusun ini,” kata warga secara serentak.

 

Warga berharap Pemda Lombok Utara segera membuka akses jalan agar kendaraan roda 4 bisa masuk ke kampung mereka.

 

“Kami merasa seperti dianaktirikan oleh Pemda setempat. Tidak ada sama sekali toleransi dan perhatian terhadap kami sebagai masyarakatnya,” lanjut warga.

 

Bantuan Pasca Gempa 2018 Juga Tak Tersalurkan

 

Warga juga menyinggung bantuan pasca bencana gempa bumi tahun 2018. Menurut mereka, hingga saat ini masih ada 68 unit rumah di Dusun Jangkar yang belum tersentuh bantuan, padahal rumah-rumah tersebut rata-rata rusak berat.

 

“Padahal di dusun-dusun lain ada yang dapat dobel bantuan rumah gempa. Ada apa dengan semua ini?” tanya warga.

 

Pihaknya berharap Pemda Lombok Utara mencarikan solusi, baik melalui program RTLH maupun skema bantuan lain. “Yang penting masyarakat kami terbantu,” pintanya.

 

Kadus: Warga Pernah Gotong Mayat 5 KM

 

Kepala Dusun Jangkar, Aprianto, membenarkan keluhan warganya. Ia meminta Pemda Lombok Utara segera mengambil langkah serius menangani jalan tersebut.

 

“Jika ada yang sakit atau melahirkan bisa-bisa lahir di jalan karena sulitnya akses menuju kampung ini,” ungkap Aprianto.

 

Ia juga menceritakan warga sering menggotong jenazah sejauh 5 sampai 7 kilometer karena kendaraan roda 4 tidak bisa masuk.

 

“Contohnya bulan lalu saat orang tua saya meninggal di rumah sakit. Kami menggotong almarhum sepanjang 5 kilometer dengan alat seadanya,” terangnya.

 

Aprianto bersama warga sangat berharap Pemda Lombok Utara segera membuka akses jalan menuju Dusun Jangkar. Tujuannya untuk pemerataan pembangunan dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat Jangkar. (Sab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *