Bima ~ Bapeka Nusantara ~ Suasana politik di Bima kembali memanas. Pada Sabtu malam, 8 Agustus 2026 pukul 23:24 WITA, akun Facebook Wawan RM mengunggah pernyataan yang langsung viral di media sosial (medsos)
Dalam tulisannya, Wawan RM menyindir keras terkait kritik publik kepada Bupati Bima Ady Mahyudi.
Baru sekedar dihina, dicaci saja sudah kebaperan, pemimpin itu TDK boleh punya mental jongos begitu, harusnya sadar diri, rakyat marah2 itu wajar. Tulisnya
Ia juga menyorot soal anggaran, menyapanya juga tidak gratis, 50 M Anggara daerah terbuang sia-sia, justru mendapat teguran keras dari Mendagri karena di anggap melanggar perintah efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Lanjutnya
Wawan RM menilai kemarahan rakyat adalah hal wajar. “Masih mending Bupati dan wakil Bupati di hina dan sekedar dicaci-maki dengan kata-kata, di injak-injak juga belum sepadan dibandingkan kebobrokan kebijakannya ngurus daerah. Bupati itu pelayan, bukan tuhan. jadi kalau dimarahin oleh rakyat karena TDK bisa menjadi pelayan yang baik itu wajar. Pungkasnya”
Hingga berita ini diturunkan, Bapeka Nusantara belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Pemkab Bima, Bupati Ady Mahyudi, maupun Mendagri terkait klaim teguran 50 Miliar dan efisiensi anggaran tersebut.(Red/Aryadin)
CATATAN REDAKSI BAPEKA: 1. Uji Data: Klaim “50M terbuang” dan “teguran Mendagri” harus dibuktikan dengan dokumen resmi. Bapeka akan melakukan cek dan konfirmasi.
2. Kritik vs Ujaran Kebencian: Mengkritik kebijakan adalah hak demokrasi. Namun gunakan bahasa yang konstruktif, bukan penghinaan personal.
3. Hak Jawab: Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi Bupati Bima dan Pemkab untuk memberikan klarifikasi dan data APBD.
4. Solusi: Jika ada kebijakan yang dinilai salah, sampaikan melalui DPRD, audiensi, atau jalur hukum.
Bapeka mengajak masyarakat mengawal dengan data, bukan emosi.




