Berita  

Viral di Medsos Kritik Tajam ke Anggota DPRD Dapil Wera-Ambalawi, Memutus Kontak dengan Konstituen

banner 120x600

Bima ~ Bapeka Nusantara ~ Sebuah unggahan dari akun Facebook Kilad Ntb ThePress menjadi sorotan publik Bima dalam beberapa hari terakhir. Postingan tersebut berisi kritik terhadap kinerja para anggota legislatif daerah pemilihan Wera-Ambalawi, 5 Orang DPRD tersebut Diminta Jawa.

Dalam narasinya, akun tersebut menilai para wakil rakyat di dapil 4 itu seringkali hanya turun ke lapangan saat masa kampanye. Setelah terpilih, komunikasi dengan konstituen dinilai tersumbat.

“Lembaga kemahasiswaan dan pemuda di wilayah Wera bahkan pernah mengkritik keras pimpinan dan anggota legislatif dapil tersebut karena mangkir dan mengacuhkan undangan audiensi resmi warga,” tulis akun tersebut.

Lebih lanjut, unggahan itu juga menyoroti belum tuntasnya pembangunan fasilitas vital di Wera dan Ambalawi. “Ketidakmampuan legislator dalam memperjuangkan hak warga terlihat nyata dari mandeknya pembangunan,” demikian lanjutan narasi tersebut.

Postingan itu juga disertai 2 buah gambar hasil generasi AI dengan visual yang keras. Gambar pertama menampilkan salah satu figur dengan latar proyek terbengkalai dan kebakaran. Gambar kedua bertuliskan “DEWAN NERAKA: KABUPATEN TERKUTUK” dengan 4 figur berpakaian resmi.

Hingga berita ini diturunkan, Bapeka Nusantara belum mendapatkan tanggapan resmi dari anggota DPRD Dapil Wera-Ambalawi terkait hal ini.

CATATAN REDAKSI BAPEKA
1. Fungsi Kontrol Sosial: Kritik di media sosial adalah bagian dari demokrasi. Ini jadi pengingat bagi wakil rakyat untuk tetap terhubung dengan konstituen.
2. Hak Jawab: Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi anggota DPRD Dapil Wera-Ambalawi untuk memberikan klarifikasi dan data capaian kerja.
3. Etika Bermedsos: Visual AI dengan muatan penghinaan pribadi berpotensi melanggar UU ITE. Kritik boleh, tapi tetap jaga adab.
4. Data Harus Bicara: Bapeka akan menelusuri data: berapa kali reses, apa saja aspirasi yang dibawa, dan progres pembangunan di Wera-Ambalawi.

Bapeka mengajak semua pihak menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui dialog dan mekanisme resmi.(Red/Apryadin)

MENJADI PERTANYAAN SAYA PIMPINAN REDAKSI MEDIA BAPEKA NUSANTARA KEPADA KE-LIMA ANGGOTA DPRD DAPIL WERA-AMBALAWI SEMOGA UNTUK MELUANGKAN WAKTUNYA MENANGGAPI.

1. SOAL KOMUNIKASI DENGAN KONSTITUENbapak-bapak,akhir-akhir ini viral di medsos yang menyebut komunikasi DPRD Dapil Wera-Ambalawi dengan konstituen “tersumbat”. Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu? Dan selama menjabat, apa saja kanal komunikasi yang sudah dibuka untuk warga Wera-Ambalawi?

2. SOAL UNDANGAN AUDIENSI
Disebutkan dalam postingan bahwa ada undangan audiensi resmi dari lembaga kemahasiswaan dan pemuda Wera yang “diabaikan”. Benarkah ada undangan tersebut? Jika ada, apa alasan tidak bisa hadir dan langkah apa yang diambil untuk menindaklanjuti aspirasi mereka?

3. SOAL PEMBANGUNAN “MANDEK”
Publik juga menyoroti mandeknya pembangunan fasilitas vital di Wera dan Ambalawi. Dari data Bapak/Ibu, apa saja program aspirasi yang sudah diperjuangkan di DPRD untuk 2 kecamatan ini? Dan apa kendala utama yang dihadapi di lapangan?

4. SOAL AGENDA KERJA dan RESES
Bisa dijelaskan berapa kali reses sudah dilakukan di Dapil Wera-Ambalawi dalam 1 tahun terakhir? Apa 3 aspirasi terbesar warga yang berhasil Bapak/Ibu bawa ke Paripurna/DPRD dan apa tindak lanjutnya?

5. SOAL KRITIK DAN SOLUSI
Terakhir, menanggapi kritik pedas di media sosial termasuk penggunaan gambar AI, apa pesan Bapak/Ibu kepada konstituen di Wera-Ambalawi? Dan komitmen konkret apa yang akan dilakukan dalam 6 bulan ke depan agar kedekatan dengan warga semakin terasa?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *