Bima ~ Bapeka Nusantara ~ Isu Konflik Bupati vs Wabup Diseret ke RSUD. Pihak Terkait Belum Beri Klarifikasi Sebuah unggahan di Facebook kembali membuat heboh. Akun “Istam Malingi” Diduga menuding Direktur RSUD Bima sebagai #Otak_dibalik_layar yang #Mengadudomba antara Bupati Bima Abah Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Bima dr Irfan Zubaidy.
Dalam postingannya, Istam menyebut motifnya adalah takut kehilangan jabatan empuk selaku Direktur RSUD. Unggahan itu disertai foto Direktur RSUD Bima dan narasi berbahasa Bima.
Tudingan ini memicu pro-kontra di kolom komentar. Akun Ruang Fakta menulis: “Dalam politik, motif harus diuji dengan logika, bukan sekadar asumsi. Konflik politik justru meningkatkan ketidakpastian dan risiko bagi pejabat birokrasi. Narasi tersebut perlu didukung bukti yang kuat, bukan hanya dugaan”.
Sementara akun Much Doumone Rangga menyebut: “Kan dia pendukung utama yandi saat pilkada 2024”. Dibalas Istam: “Benar banget bahkan di malam pencoblosan dia kirim uang ke Salah satu timses yandy-ros karna takut tidak di akui sebagai seorang pejuang saat itu, semua bukti ada sama kita”.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Direktur RSUD Bima maupun Pemkab Bima terkait tudingan tersebut.
CATATAN REDAKSI BAPEKA: 1. Asas Praduga Tak Bersalah: Setiap orang berhak membela diri. Tudingan di medsos belum tentu benar.
2. Dampak: Isu ini bisa mengganggu stabilitas pemerintahan dan pelayanan RSUD.
3. Tuntutan Publik: Buka data dan bukti jika ada. Klarifikasi resmi dibutuhkan agar tidak liar.(Red/Aryadin)
Secara terbuka melayangkan SURAT PERMOHONAN KLARIFIKASI KEPADA YTH. DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN BIMA DI – BIMA
Perihal: Permohonan Klarifikasi Terkait Tudingan Viral di Media Sosial
Dengan hormat, Sehubungan dengan beredarnya unggahan di media sosial Facebook oleh akun Istam Malingi tanggal 6 Agustus 2026 yang menuding Bapak selaku Direktur RSUD Bima` sebagai pihak yang #Mengadudomba` antara `Bupati Bima Bapak Abah Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Bima dr. Irfan Zubaidy dengan motif takut kehilangan jabatan, kami dari Media Bapeka Nusantara memohon klarifikasi resmi dari Bapak.
POIN YANG DIMOHON KLARIFIKASI: 1. Kebenaran Tudingan: Bagaimana tanggapan Bapak atas tudingan bahwa Bapak adalah #Otak_dibalik_layar adu domba pimpinan daerah demi mempertahankan jabatan Direktur RSUD?
2. Isu Politik di RSUD: Apakah benar ada intervensi politik atau konflik internal di tubuh RSUD Bima terkait Pilkada 2024 sebagaimana disebut dalam komentar netizen?
3. Dampak Pelayanan: Apakah isu viral ini berdampak pada kinerja dan pelayanan RSUD Bima? Langkah apa yang sudah diambil?
4. Bukti: Jika Bapak merasa dirugikan, apakah akan menempuh jalur hukum atau klarifikasi publik?
ALASAN: Permohonan ini kami ajukan berdasarkan hak publik untuk mendapatkan informasi yang benar dan asas praduga tak bersalah. Kami ingin memberitakan secara berimbang agar tidak terjadi fitnah dan keresahan di masyarakat. Terutama agar pelayanan kesehatan di RSUD tidak terganggu.
Demikian permohonan kami. Besar harapan kami Bapak berkenan memberikan jawaban tertulis dan/atau bersedia diwawancarai dalam waktu 3 x 24 jam sejak surat ini diterima.
Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami, BAP EKA NUSANTARA : Corong Rakyat Bima – Dompu
Pimpinan Redaksi : Aryadin No. HP: 085238610048
Tembusan: 1. Bupati Bima 2. Sekda Kabupaten Bima 3. Inspektorat Kabupaten Bima. 4. Arsip




