Bima ~ Bapeka Nusantara ~ Aktivis Bima Danil Akbar, menyatakan dihadapan beberapa awak media dengan suara lantang. Mengingat pasca penangkapan, eks Kepala badan gizi nasional (BGN) Dkk. Kini sejumlah kasus mulai menyita perhatian serta merembet ketingkat daerah-daerah yang ada di Indonesia khusus kabupaten dan kota bima.
Tak luput dari perhatian pola-pola dan modus dilakukan oleh beberapa oknum diduga menjadi bagian dari program makanan bergizi gratis (MBG) di daerah kabupaten serta khususnya kota bima pada hari ini. Ungkap Danil Akbar
Tak kala menariknya untuk itu, ia mendesak instrumen negara. Untuk mengambil langkah tegas dan segera lakukan bersih bersih para pengelola MBG atas imbasnya dari rentetan dugaan kasus eks Kepala BGN yang ditangkap kejaksaan agung tersebut.
Kami mendukung penuh langkah tegas bapak presiden prabowo yang sudah sesuai kehendak rakyat, untuk menyelamatkan Anggaran Negara dari para maling berkedok gizi. Ujarnya
Disinyalir dari kepemilikan Dapur MBG seorang pengusaha asal kecamatan Langgudu berdomisili di kecamatan mpunda kota bima mengatasnamakan PT SCM diduga kuat makanan tersalurkan di Mts 1 Padolo Kota Bima tidak berkualitas seperti yang beredar dimasyarakat, hal ini menjadi pembahasan pada orang tua walimurid.
Mengingat potensi lokasi menduga Ini sudah menyalahi aturan serta memkanisme yang ada, menimbulkan dampak dugaan praktek monopoli semacam ini tidak dibenarkan kedalam aturan. Ujarnya
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program strategis nasional yang seharusnya dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kesetaraan akses bagi seluruh masyarakat. Karena itu, munculnya fakta bahwa sejumlah makanan disalurkan 400 lebih porsi sehingga mubazir, jika tidak dibawah pulang oleh guru-guru untuk dikasi makan ayam beserta bebek piliharanya puluhan porsi, pada hari kamis 11 juni 2026.
Dalam investigasi intens pimpinan redaksi Bapeka Nusantara dan wartawan Lensapost dilapangan, sesuatu mengejutkan melihat kondisi dapur MBG. Terlihat jelas titik SPPG berada di bawah tempat lokasi berdekatan dengan kekumuan yang sangat berbauan, situasi seperti ini berpotensi menutup kesempatan yang sama bagi yayasan.
Disini link tanggapan warga setempat yang ingin disebutkan namanya. Mengatakan, ” kami juga hal demikian pula keberadaan seperti ini. Seharusnya mencarikan tempat yang layak apalagi berdekatan dengan gudang semen pasti berhamburan kemana-mana saat bongkar muat”. Ucap salah satu warga
Program presiden yang menggunakan anggaran negara harus bebas dari bayang-bayang kolusi, nepotisme, dan monopoli pengelolaan agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat, bukan saja ingin mensiasati keadaan demi keuntungan. Jadi, kalau di biarkan oleh pihak pemangku kepentingan dalam lingkaran birokrasi sebagai pengawas.
Dalam tata kelola pemerintahan yang sehat, persoalan bukan hanya soal ada atau tidaknya pelanggaran hukum, narasi ini bersifat kritis dan tegas, namun tetap berada dalam koridor fakta serta tidak menuduh adanya pelanggaran hukum yang belum terbukti. Maka persepsi publik, tentang adanya perlakuan istimewa sulit dihindari.(Red/Aryadin)
Sehingga berita ini dipublikasikan pemilik SPPG yang disapa ibu murni belum memberikan keterangan secara resmi, walaupun dikonfirmasi dan klarifikasi melalui via WhatsApp pribadinya. Pimred media ini selalu menunggu tanggapan pihaknya begitu juga dari pengawas badan gizi nasional (BGN)








