Bima ~ Bapeka Nusantara ~ Desa Riamau, Kecamatan wawo Kabupaten Bima, provinsi nusa tenggara barat (NTB) menyimpan surga tersembunyi bernama, ” Spot Mpori Parangga “. Layak jadi healing terbaik Destinasi ini mulai dilirik wisatawan karena menyuguhkan panorama perbukitan hijau, udara sejuk, dan spot sunrise yang menakjubkan.
Jika jiwamu lelah oleh bising kota, kunjungi ke Spot Mpori Parangga. Di sini, kabut pagi menyapa pelan, angin gunung membisikkan damai, dan hijau Riamau memulihkan hatimu yang retak.
Mpori Parangga bukan sekadar bukit, ia adalah jeda. Tempat di mana kaki boleh lelah mendaki, tapi pulang dengan hati yang utuh.
Potensi wisata Mpori Parangga adalah Golden Sunrise Titik terbaik menikmati matahari terbit dengan latar Teluk Bima. Ketika Camping Ground, Alami di area datar di puncak cocok untuk tenda keluarga dan komunitas. Sungguh sangat aman para anak muda urban yang butuh healing..
Kepala Desa Riamau Adisan S.Sos, menyampaikan komitmennya saat ditemui di lokasi “Spot Mapori Prangga ini merupakan anugerah untuk Riamau”. Kedepannya kami akan berupaya menata arus pendakian, membuat jalur yang aman, pos istirahat, dan toilet.
Target kami, Desa Riamau bisa dijadikan tempat Wisata Agro pilihan kaum urban yang rindu alam. Biar orang kota tahu, healing terbaik itu tidak harus mahal, cukup datang ke Riamau. Akses menuju lokasi Dari pusat Kota Bima, sekitar 1 jam berkendara ke Desa Riamau. Star dari kantor desa, lebih kurang perjalanan yang ditempuh dengan waktu selama 3 Jam bagi yang sudah biasa mendaki dan 4/5 jam bagi pemula. Dilanjutkan trekking ringan ke puncak Mpori Prangga, disarankan datang pukul 05.00 WITA untuk mengejar sunrise. Ungkap Kades Riamau pada hari minggu tanggal (31/Mei/2026)
Salah satu lokasi wisata pendakian yang memang lagi trend bagi pencinta pendakian, melewati lumut. baru sampai ke padang safana ( mpori prangga) namun saat sekarang kondisi di pos 4 terjadi longsor akibat hujan lebat beberapa waktu yang lalu, sehingga pendaki harus extra hati-hati karena melewati jurang yang terjal di sisi kiri dan kanan jalur.
Melihat potensi besar ini, Pemerintah Desa Riamau mulai bergerak serius menata kawasan. Rencana Pengembangan di tahun 2026-2027, ketika anggaran memadai (1). Dalam penataan jalur pendakian dan pemasangan papan petunjuk arah. (2). Pembangunan gazebo pandang serta spot swafoto Instagramable. (3). Pelatihan pemandu wisata lokal dari pemuda desa. 4. Kolaborasi dengan Pokdarwis untuk paket wisata camping. Ujarnya
Sekitarnya apa kesan dan harapan untuk dikembangkan, apakah ini berpotensi sebagai ikon wisata di bima. Kepala Desa menambahkan, jika memang tidak ada campur tangan pemerintah daerah, pihaknya terbuka untuk investor dan komunitas pecinta alam yang ingin ikut mengembangkan Mpori Parangga tanpa merusak kearifan lokal.
Dengan keindahan yang masih alami dan tekad kuat pemerintah desa, bahwa. Mpori Parangga diyakini segera menjadi ikon wisata baru Bima. Membuat mata kita dimanjakan dengan kesegaran yang alami, tidak ada ditempat lain, kedepan kami akan berupaya menata agar Desa Riamau bisa untuk dijadikan tempat wisata Agro pilihan kaum Urban. “Datang dan buktikan yang hilang akan kau temukan lagi di Riamau,” tutup Kepala Desa(Red/Aryadin)


