BIMA ~ Bapeka Nusantara ~ Fakta baru terungkap pada hari minggu tanggal 13, di 14 September 2026 kemarin, Tim Investigasi Bapeka mendatangi Kantor SAMSAT Kabupaten Bima untuk klarifikasi dugaan tunggakan pajak kendaraan pejabat publik.
Hasilnya Nihil Kepala Kantor SAMSAT Bima tidak berada di tempat. Padahal kantor buka dan pelayanan berjalan.
“Kami datang jam kerja, bawa surat resmi. Staf bilang pimpinan tidak ada. Tidak jelas dinas luar atau kemana. Ini pelayanan publik, masa kepala kantornya kosong saat mau dikonfirmasi soal uang rakyat?”. Ujar Tim Lapangan Bapeka
Bapeka menduga adanya kejanggalan yang lebih dalam. Berdasarkan penelusuran Kader Partai Golongan Karya (GOLKAR), Dapil 5 Sape-Lambu, Ketua DPRD Kabupaten Bima saat ini, Diah Citra Pravitasari, bukan jadi rahasia umum merupakan adik kandung Wakil Gubernur NTB sehingga diduga takut.
Kedekatan kekuasaan ini diduga kuat menjadi penyebab Kepala SAMSAT Bima tidak berani, takut, dan tutup mata terhadap dugaan tunggakan pajak kendaraan mewah milik oknum pejabat publik di Bima.
Data awal Bapeka, ada indikasi belasan kendaraan dengan pelat pejabat dan pengusaha dekat kekuasaan yang nunggak lebih dari 1 tahun tapi tidak pernah ditindak, tidak diblokir, dan tidak didenda maksimal seperti rakyat kecil.
Sikap ini diduga adalah pengkhianatan terhadap keadilan pajak. Pernyataan Sikap Bapeka 1. Mendesak Kepala Bappenda NTB evaluasi Kepala SAMSAT Bima yang diduga tidak profesional.
2. Mendesak Ketua DPRD Bima Diah Citra Pravitasari buktikan independensi, jangan jadikan jabatan kakak sebagai tameng.
3. Dalam 3×24 jam jika tidak ada klarifikasi, BAPEKA akan aksi di depan SAMSAT Bima dan DPRD Bima dengan membawa data kendaraan penunggak.
Catatan Redaksi, Dugaan “takut karena adik Wagub” adalah analisis dan pendapat narasumber lapangan. Untuk keberimbangan, BAPEKA membuka hak jawab 2×24 jam kepada Kepala SAMSAT Bima dan Ketua DPRD Bima sesuai UU Pers No.40/1999.(ARed/Aryadin) BAPEKA NUSANTARA
Menindaklanjuti kunjungan lapangan kami pada tanggal 14 September 2026 pukul Jam 10:38 14/09/2026 WITA di Kantor SAMSAT Kabupaten Bima, Menanyakan kepada salah oknum pegawai atas nama Syafruddin izin apakah ada Kepala Kantor. ” tidak berada di tempat saat ini beliau kemungkinan besar berada di kota bima”. Ungkap Pak Syafruddin.
Sebenarnya, Saya hendak melakukan konfirmasi resmi terkait dugaan tunggakan pajak kendaraan pejabat publik. “Bahwa kadang ada di kota dan di kabupaten Dompu, jadi tidak menetap disisi”. Ujarnya
Demi keseimbangan pemberitaan Media, sempat meminta nomor kontak WhatsApp kepala Samsat. Hingga berita ini dipublikasikan, ” Enggan merespon oleh Syafruddin”.
Maka kami anggap klarifikasi tahap pertama GAGAL dan kami layangkan
surat kedua ini sebagai bentuk keseriusan.
Poin Konfirmasi, 1. Berapa jumlah kendaraan pejabat publik di Kabupaten Bima yang menunggak pajak sampai hari ini 15 September 2026?.
2. Apakah ada intervensi kekuasaan dari pihak DPRD karena Ketua DPRD adalah adik kandung Wagub NTB sehingga penagihan tidak maksimal?
3. Mohon dijawab tertulis dan diagendakan audiensi terbuka pada 17 September 2026.
























