KSB Darurat TKA, PT AMMAN Diduga Kuasai TKA Cina. Imigrasi NTB dan Imigrasi Sumbawa Dituding Dalang Mafia

banner 120x600

Sumbawa Barat ~ Bapeka Nusantara ~ Kabupaten Sumbawa Barat dinyatakan Darurat Tenaga Kerja Asing. PT Amman Mineral Nusa Tenggara PT AMMAN yang mengelola tambang emas Batu Hijau diduga kuat telah dikuasai Tenaga Kerja Asing asal Cina.

Aktivis dan Masyarakat Lingkar Tambang Jadi “Tikus Mati Kelaparan di Lumbung Padi”. Negara Diam. Hal itu diungkap Syaokin Muttaqin, Aktivis ITK Nasionalis dari Lembaga Integritas Transformasi Kebijakan Sumbawa.

“PT Pengembangan Industri Logam PT PIL adalah pemasok TKA terbesar. Pembangunan Smelter AMMAN diduga kuat membangun Negara Cina Kecil di dalam areal tambang,” ujar Sadam, Rabu 6/8/2026.

Menurutnya, kehadiran TKA ini tidak lepas dari keterlibatan mafia pertambangan, konglomerat, dan mantan pejabat negara. Akibatnya Pemerintah Pusat, Provinsi NTB, hingga Pemkab KSB hanya bisa diam membisu.

“Masyarakat lingkar tambang dan masyarakat lokal menjadi budak di rumah sendiri. Semua lowongan kerja dikuasai TKA, dari cleaning service sampai pejabat perusahaan,” tegasnya.

Sadam mendesak Kemenhumham agar memerintahkan Kakanwil Imigrasi NTB dan Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa untuk segera melakukan Operasi Terpadu. Karena diduga kuat ada Mall Administrasi terkait legalitas TKA.

Dasar Hukum Yang Dilanggar :
Aktivis merujuk 4 regulasi:
1. UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan
2. PP No 34/2021 tentang Penggunaan TKA
3. Permenaker No 8/2021 tentang Pelaksana PP 34/2021
4. UU No 3/2020 tentang Minerba – Pasal 158: PETI pidana 5 tahun dan denda Rp100 Miliar.

Tuntutan:
1. Audit RPTKA `PT AMMAN dan PT PIL oleh Kemenaker.
2. Operasi Imigrasi untuk cek legalitas seluruh TKA di Batu Hijau.
3. Evaluasi keterlibatan pejabat dalam pembiaran TKA Ilegal.

“Jika tidak diindahkan, kami akan tempuh jalur hukum dan aksi massa. Jangan sampai rakyat KSB jadi penonton di tanah sendiri,” tutup Sadam.

Media ini membuka ruang hak jawab untuk PT AMMAN, PT PIL, Imigrasi NTB, dan Imigrasi Sumbawa.(Red/Aryadin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *