Bima ~ Bapeka Nusantara ~ 191 Titik Pembangunan di Bima Disorot, Papan Informasi Proyek Diduga Tidak Dipasang. Program pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih/Kopdes Merah Putih di Kabupaten Bima yang bersumber dari APBN menjadi sorotan publik. Nilai anggaran yang beredar mencapai dugaan Rp1,6 Miliar per desa.
Berdasarkan penelusuran Bapeka Nusantara di lapangan, sejumlah titik pembangunan diduga belum dilengkapi papan informasi proyek sesuai aturan keterbukaan informasi publik.
Program ini dikelola oleh `PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero)`, BUMN yang bergerak di bidang pertanian, pangan dan konsultansi konstruksi. Agrinas merupakan hasil transformasi PT Yodya Karya untuk mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Selain itu nama PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero)/BKI juga disebut sebagai bagian dari holding operasional di bawah Danantara yang ditunjuk Maret 2025. Peran BKI dalam program ini masih menjadi pertanyaan publik.
Data yang diterima Bapeka menunjukkan program Kopdes Merah Putih akan dibangun di 191 Desa di 18 Kecamatan` se-Kabupaten Bima. Sumber dana bukan dari Dana Desa maupun APBD, melainkan langsung dari APBN.
Salah satu contoh RAB yang diterima adalah untuk Pembangunan Gudang Koperasi Desa Merah Putih Desa Buntut. Dalam dokumen tersebut masa pelaksanaan 60 hari kalender dengan penanggungjawab masing-masing Kepala Desa. Rincian meliputi pekerjaan Persiapan, Struktur, Dinding, Atap, dan Lain-lain.
“Menggunakan anggaran negara, wajib disampaikan secara terbuka. Baik itu kepada aparat penegak hukum maupun elemen masyarakat,” ujar salah satu aktivis kepada Bapeka Nusantara.
Perwakilan LSM di Bima juga menilai transparansi penggunaan anggaran negara adalah hal mutlak. Mereka mendesak agar proses pembangunan Kopdes dipastikan sesuai spesifikasi dan RAB.
Hingga berita ini diterbitkan, Bapeka Nusantara masih berupaya mengonfirmasi Kementerian Desa PDTT, Dinas Koperasi Kabupaten Bima, PT Agrinas, PT BKI, dan para Kepala Desa penerima program terkait papan informasi, detail RAB, dan penanggungjawab pelaksanaan proyek Kopdes Merah Putih di Bima.
Media ini membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan hak jawab.(Red/Aryadin)










