Viral!! Wasit Jadi Korban di Turnamen Wali Kota Cup Mako Brimob Bima, Warga Tuntut Tanggung Jawab Pihak Keamanan

banner 120x600

Kota Bima, NTB ~ Bapeka Nusantara ~ Viral aksi heroic salah satu oknum pemain SASILI FC saat berlaga melawan “PERSID Dena”, didalam pertandingan berlangsung Turnamen Wali Kota Cup Mako Brimob Bima menendang setelah terjatuh dan  mencekik seorang wasit. Akhirnya berujung secara resmi dilaporkan ke SPKT Polres Bima Kota sesuai surat tanda erima laporan pengaduan Nomor: STTLP/K/643/V/2026/NTB/Res. Bima Kota

Berdasarkan laporan pengaduan Nomor: ADUAN 2826643/V/2026/NTB/Res Bima Kota, tempat kejadian perkara TKP pada tanggal 29 Mei 2026. Di lapangan bola Brimob Sambina’e Kelurahan Sambina’e, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Diduga telah terjadi kasus dugaan “penganiayaan”, terhadap seorang wasit sepakbola. Dengan ini diterangkan bahwa korban pelapor atas nama M. NUR, warga Rt. 003 Rw. 002 Dusun Oi Na’a, Desa Ragi, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima-NTB. Pada hari jum’at, tanggal 29 Mei 2026, Sekitar pukul 18.55 Wita.

Al Faruq Al Faruq Adik kandung Korban, saat wawancarai wartawan seminggu sesudah melaporkan menyampaikan, kami menyayangkan sebuah insiden memprihatinkan terjadi saat pertandingan sepak bola dalam ajang Turnamen Wali Kota Cup berlangsung di Lapangan Teratai, Markas Komando (Mako) Brimob Bima, Nusa Tenggara Barat. Peristiwa penganiayaan di tengah jalannya pertandingan ini memicu kemarahan dan keprihatinan luas dari masyarakat, mengingat lokasi kejadian berada di lingkungan markas pasukan keamanan negara yang seharusnya menjadi tempat paling aman dan terlindungan

Adapun yang kami laporkan berinisial (J) salah satu pemain dari Club Sasili FC. Sungguh menyenangkan terkait Insiden penganiayaan terjadi ditengah pertandingan yang berlangsung di Lapangan Teratai, Mako Brimob Bima. Awalnya tidak terima keputusan wasit pada pertandingan berjalan sebagaimana mestinya, namun salah satu oknum pemain Sasili FC. langsung melakukan kekerasan fisik yang berujung pada tindakan penganiayaan terhadap salah satu pihak. Ungkap Al Faruq pada hari senin 8 juni 2026 di warung kopi hitam tanpa gula Kota Bima

Meskipun lokasi berada di bawah pengawasan langsung satuan Brimob, tindakan kekerasan tersebut sempat berlangsung tanpa adanya penanganan cepat dan tegas dari petugas keamanan yang bertugas di lokasi, sehingga korban mengalami dampak fisik dan menjalani perawatan medis / rawat inap selama 3 hari’.

Kejadian ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Lapangan Teratai merupakan area di dalam lingkungan Mako Brimob, sesungguhnya instansi yang memiliki standar prosedur keamanan tinggi dan personel terlatih untuk menangani segala bentuk gangguan ketertiban. Bebernya

Merespons kejadian tersebut, masyarakat Bima menyampaikan tuntutan tegas kepada Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Brimob Bima untuk bertanggung jawab penuh atas kelalaian dalam pengamanan yang menyebabkan insiden kekerasan ini terjadi. Masyarakat menilai bahwa adanya kegagalan sistem pengamanan di lingkungan yang seharusnya paling aman menjadi bukti adanya kelalaian dalam pelaksanaan tugas maupun penerapan prosedur operasional standar (SOP).

Menurutnya, sebagai tuntutan kejelasan poin-poin utama, yang disampaikan masyarakat. 1. Pimpinan, Danyon kompi C Pelopor Brimob Bima diminta bertanggung jawab secara moral dan institusional atas kegagalan menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tanggung jawabnya.

2. Evaluasi SOP Pengamanan: Melakukan peninjauan dan perbaikan menyeluruh terhadap prosedur keamanan yang diterapkan saat kegiatan di lingkungan Mako Brimob, termasuk penempatan personel, mekanisme pengawasan, dan penanganan gangguan keamanan.

3. Klarifikasi Publik: Pihak Brimob Bima wajib memberikan penjelasan resmi dan transparan kepada masyarakat mengenai apa yang menyebabkan sistem pengamanan gagal mencegah terjadinya tindak kekerasan di lokasi tersebut dan sampai terduga pelaku dibiarkan lolos begitu saja tanpa diamankan.

4. Penghentian Sementara Kegiatan Sipil: Masyarakat menuntut agar tidak lagi diizinkan adanya kegiatan yang melibatkan masyarakat sipil di lingkungan Mako Brimob selama sistem keamanan belum diperbaiki dan belum bisa menjamin keselamatan semua pihak yang hadir.

Selain menuntut perbaikan sistem keamanan, masyarakat juga menegaskan sikap tegas terkait penanganan hukum terhadap pelaku penganiayaan. Seluruh pihak yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut harus diproses hukum sesuai peraturan yang berlaku, tanpa adanya perlindungan atau impunitas bagi siapa pun, baik itu warga sipil maupun pihak yang memiliki hubungan dengan instansi keamanan. Ujar Adik kandung korban

Masyarakat Bima menolak keras segala bentuk penghakiman massa, namun juga menolak adanya kebebasan dari hukuman bagi pelaku kejahatan. Keadilan harus ditegakkan secara adil dan setara bagi semua orang.

“Kami menolak penghakiman massa, tapi kami juga menolak impunitas. Hukum harus berjalan sesuai asas: fiat justitia ruat caelum-tegakkan keadilan walau langit runtuh,” tegas perwakilan masyarakat dalam pernyataannya.

Peristiwa ini juga menjadi peringatan keras bagi seluruh elemen masyarakat di Bima untuk bersama-sama melawan budaya kekerasan dan mentalitas “jagoan lapangan” yang kerap memicu konflik. Ajang olahraga yang seharusnya menjadi sarana persatuan dan pembinaan karakter, tidak boleh berubah menjadi tempat tindak kekerasan yang melanggar hukum dan norma kemanusiaan.

Masyarakat berharap kasus ini menjadi titik balik perbaikan sistem keamanan di lingkungan instansi negara dan penegakan hukum yang tegas, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi di masa mendatang, dan Bima bisa kembali menjadi daerah yang aman, tertib, dan menjunjung tinggi hukum. Pungkasnya(Red/Aryadin)

Hingga berita ini diturunkan, pihak Brimob Bima maupun pihak panitia penyelenggara sepakbola yang berwenang, belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan dan peristiwa yang terjadi. Pimpinan redaksi Media “Bapeka Nusantara” akan terus berupaya melakukan konfirmasi dan klarifikasi demi keseimbangan pemberitaan, tak luput masyarakat terus memantau perkembangan penanganan kasus ini dan memberikan kejelasan sesegera mungkin agar tidak menjadi asumsi berita hoax.

Adapun video yang di viralkan melalui channel YouTube Bapeka Nusantara berjudul “Viral Aksi Heroic Pemain Sasili FC Diduga Pukul Wasit di Lapangan Teratai Makom Brimob Bima”, bersumber dari adik kandung korban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *