Dompu, NTB – Bapeka Nusantara ~ Kesanjungan bukan berarti ingin memuja, tapi silaturahmi lebih utama tak luput dari kritik. Prinsip itu yang dipegang Burhan Metty Pimpinan LSM-LPKB saat beraudiensi dengan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Keswan) Kabupaten Dompu, Ilham bersama Kabid Keswan dan rekan-rekan wartawan Kabupaten Dompu, Senin (13/10).
Diskusi santai namun serius tersebut membahas terobosan krusial untuk peternakan di Dompu, Pembangunan Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (SJIAT) untuk kebutuhan air minum ternak Sapi dan Kerbau.
Kadis Peternakan dan Keswan Dompu, Ilham mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam. Menurutnya, Kabupaten Dompu saat ini mengalami kesulitan air permukaan untuk kebutuhan ternak.
“Ternak sapi dan kerbau kita turun dari gunung mencari air minum di dataran rata pinggir laut. Mereka kehabisan energi karena jauhnya perjalanan menuju mata air, setelah minum harus kembali lagi ke hutan mencari makanan. Ini kehabisan energi,” ungkap Ilham.
Ilham menjelaskan, di masing-masing kecamatan di Dompu, peternak sapi dan kerbau kesulitan air minum. Ia berharap program pemerintah pusat tidak hanya melirik pertanian, tapi juga peternakan.
“Jangan hanya pertanian yang dilirik oleh pusat, jangan di-anaktirikan Dinas Peternakan. Pembangunan SJIAT sangat dibutuhkan melalui program pemerintah pusat Inpres Nomor 2 Tahun 2025,” tegasnya.
Gayung bersambut, Burhan Metty Pimpinan LSM-LPKB Sanata merespon cepat konsep tersebut. Menurutnya, kapasitas Dinas Peternakan dan Keswan Dompu perlu didukung penuh dalam rangka mendukung Swasembada Pangan dan Ketahanan Pangan di bidang peternakan.
“Kami dari LSM-LPKB mendukung penuh agar pemerintah pusat menjadikan pembangunan SJIAT ini sebagai skala prioritas. Ini usulan konkret dari Dinas Peternakan dan Keswan Dompu untuk kebutuhan riil peternak,” ujar Burhan Metty.
Kabar baik datang dari pusat. Dr. drh. Makmun, M.Sc., Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan yang juga putra asli Kabupaten Bima – Sape, saat dikonfirmasi via telepon sangat merespon ide konsep tersebut.
Makmun meminta agar Pemerintah Kabupaten Dompu segera mengajukan proposal resmi ke Kementerian Pertanian dan Menteri PPN/BAPPENAS agar program SJIAT untuk ternak ini bisa masuk dalam pengawalan anggaran pusat.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk mengawal proposal SJIAT Dompu hingga ke tingkat pusat demi menyelamatkan ribuan ternak sapi dan kerbau yang menjadi lumbung pangan NTB.(Tim Redaksi Aryadin Bapeka Nusantara / Dompu)














