Bima ~ Bapeka Nusantara ~ BOM WAKTU! Setelah foto print out SK PIP dari operator SMAN 2 Woha (390 siswa 2026, 404 siswa 2025, 318 siswa 2024 dikalkulasi sampai 1.112 siswa Rp1,74 Miliar), tim Bapeka cek langsung link resmi Nominasi Kemendikdasmen RI Kecamatan Woha Kabupaten Bima, provinsi nusa tenggara barat NTB.
Foto Wakasek Kesiswaan ke-dua dan Operator, adapun foto profil media. Merupakan Wakasek Kurikulum SMAN 2 Woha yang diduga menguasai Data PIP serta Dana BOS, sekaligus berfungsi panitia bendahara revitalisasi senilai Rp 2 Miliar.
Hasil Cek Resmi Kemendikdasmen Beda Jauh Tahun 2024, Versi Sekolah: 318 siswa Rp499,5 Juta. Versi Resmi Kemendikdasmen: SK 238 siswa Rp378 Juta – Aktivasi 230 siswa Rp363,6 Juta (96,64%) Selisih 80 Siswa dan Rp121,5 Juta.
Tahun 2025, Versi Sekolah: 404 siswa Rp620,1 Juta. Versi resmi Kemendikdasmen: SK 202 siswa Rp357,3 Juta – Aktivasi 183 siswa Rp325,8 Juta (90,59%)
Selisih 202 Siswa = Rp262,8 Juta
Tahun 2026, versi sekolah: 390 siswa Rp629,1 Juta. Versi Resmi Kemendikdasmen: SK 216 siswa Rp387,9 Juta – Aktivasi 0 (belum cair) SELISIH 174 SISWA = Rp241,2 Juta
Total Selisih selama 3 tahun dari 456 orang Siswa, sama dengan jumlah nominal Rp625,5 Juta Selisihnya Antara Laporan Sekolah VS Data Pusat!.
Jika hitung yang belum aktivasi 2025 (19 siswa) ke 2026 (216 siswa) yang sudah di SK kan tapi belum cair, dugaan kerugian bisa Rp800 Juta sampai dengan Rp1 Miliar!
“Pesan kami. Jika BPK RI perwakilan provinsi NTB Jujur dalam melakukan Audit keuangan Negara, Banyak pejabat Publik yang Masuk Penjara dan hal ini patut menduga kuat pihak BPK hanya melihat laporan fiktif dan tidak transparan.”
“Buktinya jelas bos! Data sekolah vs data Kemendikdasmen selisih 456 siswa! Kalau BPK hanya audit di atas meja lihat laporan SPJ fiktif dari sekolah, ya lolos! Tapi kalau BPK turun cek link Kemendikdasmen, cek aktivasi rekening siswa, cek buku tabungan, pasti ketahuan fiktif! Kami minta BPK RI audit terbuka libatkan lembaga dan masyarakat, jangan main mata di kolong meja!. Sukirman SH dan Tasrif SH
Dugaan Modus Fiktif,
1. SK PIP digelembungkan – nama siswa ganda, siswa sudah lulus, siswa tidak ada di Dapodik.
2. Aktivasi rendah – 2025 hanya 90%, 2024 96% – sisanya uang kembali ke kas negara? Atau ditarik oknum?
3. 2026 sudah SK 216 tapi aktivasi 0% – kenapa sekolah klaim 390? Dari mana 174 siswa tambahan?
Tuntutan kami sebagai warga negara Indonesia yang mentaati peraturan perundang-undangan.
1. BPK RI Perwakilan NTB audit investigasi terbuka PIP SMAN 2 Woha 2024-2026
2. Kejati NTB sita print out SK dari operator dan cocokkan dengan data Kemendikdasmen.
3. Periksa Wakasek Kurikulum yang pegang data PIP dan Kepsek yang diam.( Red/Aryadin) ~ Bapeka Nusantara ~ FOTO BUKTI: SK Print Out dan Screenshot Kemendikdasmen sudah diamankan!














